Menu

TQN PP.Suryalaya

 


Status : Andi Hasani

Al-Ghazâlî meriwayatkan kata-kata dari al-Hasan tentang Jihâd al-nafs bahwa Hasan al-Bashri mengatakan:
Dua fikiran berkecamuk di dalam jiwa, satu dari Allah dan satu dari musuh. Allah menunjukkan rahmatnya kepada seorang hamba yang tetap dengan fikiran yang datang dari-Nya. Ia memelihara fikiran yang datang dari Allah, seraya berjuang melawan fikiran yang datang dari musuh.

Untuk menggambarkan tarik-menarik antara dua kekuatan ini di dalam hati, Nabi saw. bersabda, “Hati seorang mukmin berada di antara dua jari Yang Maha Pengasih (al-Rahmân)” . . .
Kedua jari tangan tersebut membiarkan gejolak dan ketidakpastian di dalam hati . . . 
Apabila seseorang mengikuti dorongan kemarahan dan kesenangan, dominasi setan muncul di dalam dirinya melalui nafsu rendahnya dan hatinya menjadi tempat bersarang dan bersemayamnya setan, yang terus menerus memasok tuntutan hawa nafsunya.
Apabila ia berjuang melawan hawa nafsunya dan tidak membiarkan mereka menguasai diri (nafs)-nya, maka berarti ia sedang meniru sifat-sifat malaikat. Pada saat ini, hatinya menjadi tempat yang menyenangkan bagi para malaikat dan mereka akan berhamburan datang ke sana

Posting Komentar

 
Top