(Syeikh Jalaluddin Ar-Rumi) ”AKU DI SINI” Suatu malam seorang berseru ”Allah!” berulang-kali hingga bibirnya menjadi manis ole...
Tempatnya Di Dalam Dada
by. Jalaluddin Arrumi Syeikh Jalaluddin Arrumi Semua bentuk yang engkau lihat, memiliki “mata-air-tetap” di alam tak-bertempat: ...
Puisi Jalaluddin Arrumi: Tiada Sedikit pun Mencukupi tanpa Kehendak Allah
Telah panjang-lebar kita berbicara, tetapi sungguh penyiapan diri kita untuk menempuh jalan yang membentang di depan tidaklah cukup:...
Puisi Jalaluddin Arrumi: PANTULAN CAHAYA YANG MEMPESONA
Sang hamba kecintaan makhluk, yang dulu disanjung-puji dunia, kini malah ditalaknya, gerangan apa salahnya? Itu karena dia memakai ...
Puisi Jalaluddin Arrumi : HAL-HALYANG BERLAWANAN
Rumi: Matsnawi Sudah menjadi Kehendak dan Keputusan Dia, sang Maha Pengampun, untuk memperkenalkan dan menyingkapkan Diri-Nya. ...
SANG PENUNGGANG KUDA DAN ULAR (by Jalaluddin ArRumi)
Seorang Penunggang kuda, dari suatu tempat yang aman, melihat ada seekor ular menyusup ke dalam tenggorokan seseorang yang sedang tidur...
CAHAYA DI ATAS CAHAYA (Puisi Sufi Jalaluddin ArRumi)
(Puisi oleh Syeikh Jalaluddin Arrumi) Sang Mustapha bertutur tentang permohonan Neraka, ketika dengan berendah-hati dia bermohon kepada ...
Hikayat Sang Burung Beo (Status Dian Rachmikawati)
Syekh Jalaluddin Arrumi.- Seekor beo melihat bayangannya sendiri,di dalam cermin, berhadapan dengannya. Sang Guru tersembunyi...
Riwayat Jalaluddin Arrumi (IV,terakhir)
(Sambungan Dari bagian III) III. Perkembangan Tarekat Yang Dipimpinnya Pada perkembangannya, aliran sufi ini justru mampu menar...