Menu

TQN PP.Suryalaya

 

Bismillahirrahmanirrahiim
Islam adalah rahmat bagi seluruh alam, semua aspek kehidupan sudah diatur dan ditata dengan baik dalam agama Islam. Sejarah selama 1.500 tahun menunjukkan bagaimana peradaban dunia kemajuannya sangat didorong oleh perkembangan Islam. Hal tersebut karena di awal sejarah Islam melalui kepimpinan Baginda Rasulullah saw. Figur kepemimpinan Nabi Muhammad yang :
1. Shiddiq (berkata jujur)
2. Fathonah (cerdas)
3. Tabligh (mampu berkomunikasi)
4. Amanah (bisa dipercaya) 

Pilihlah pemimpin sesuai dengan tuntunan AlQur'an dan hadist

Kepemimpinan yang baik sangat ditunjang oleh pribadi dan akhlak pemimpinnya. Ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan seorang muslim dan muslimat dalam memilih pemimpin sesuai tuntunan AlQur'an dan hadist sebagai berikut:



1. Pemimpin yang beragama Islam :
لا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَمِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ إِلا أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً 
وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ

“Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).” (Ali Imran(3):28)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ آمِنُواْ بِاللّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِيَ أَنزَلَ مِن قَبْلُ وَمَن يَكْفُرْ بِاللّهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً بَعِيدًا 
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?” (An Nisa(4):144)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاء بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.” (Al Maidah(5):51)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ الَّذِينَ اتَّخَذُواْ دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِّنَ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi Kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.” (Al Maidah(5):57)

2. Diutamakan Laki-laki
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاء بِمَا فَضَّلَ اللّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنفَقُواْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللّهُ وَاللاَّتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلاَ تَبْغُواْ عَلَيْهِنَّ سَبِيلاً إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” 
(An Nisa(4):34)
“Tidak akan beruntung suatu kaum yang mengangkat seorang wanita sebagai pemimpinnya.” (HR. Bukhari)

3. Dewasa (Baligh)
Yakni memiliki kualitas yang baik dalam membedakan sesuatu yang benar dan salah, mana yang haq dan mana yang batil, yang ditunjang oleh ketaqwaan kepada Allah SWT., pengetahuan serta pengalaman bermasyarakat yang baik pula. 
وَلاَ تُؤْتُواْ السُّفَهَاء أَمْوَالَكُمُ الَّتِي جَعَلَ اللّهُ لَكُمْ قِيَاماً وَارْزُقُوهُمْ فِيهَا وَاكْسُوهُمْ وَقُولُواْ لَهُمْ قَوْلاً مَّعْرُوفًا 
“Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik.” (An Nisa(4):5)

4. Amanah dan ditunjang oleh disiplin Ilmu yang baik
Seorang pemimpin yang amanah dapat dipercaya dalam melaksanakan kepercayaan dan tanggung jawab dengan baik harus pula ditunjang oleh ilmu yang sesuai dengan bidangnya. Dengan memiliki ilmu yang baik dan berkualitas diapun akan jauh dari kendali dari golongan tertentu yang akan menjadikannya hanya sebagai pemimpin boneka demi kepentingan segolongan atau kelompok tertentu.
قَالَ اجْعَلْنِي عَلَى خَزَآئِنِ الأَرْضِ إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٌ
“Berkata Yusuf: “Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan.” (Yusuf(12):55)
Sabda Baginda Nabi saw.:
“Apabila suatu urusan dipercayakan kepada seseorang yang bukan ahlinya, maka tunggulah waktu kehancurannya.”(HR. Bukhari)

5. Adil
Adil adalah tidak berat sebelah. Semua yang dipimpinnya haruslah disayangi dan diperlakukan dengan baik sesuai yang sudah diamanahkan, baik itu dulunya yang memilihnya ataupun yang tidak memilihnya ketika proses pemilihan pemimpin.
يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُم بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ
“Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.” (Shaad(38):26)

6. Sehat Jasmani maupun secara mental/kejiwaan
Menjadi pemimpin diperlukan fisik yang kuat serta mental yang tangguh dalam menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang sudah diamanahkan. Mental yang kuat dalam menghadapi serangan-serangan dan provokasi lawan politiknya yang harus diselesaikan secara arif dan bijaksana.
Rasulullah saw bersabda:
“Dari Abu Dzar berkata, saya bertanya kepada Rasululloh SAW, mengapa engkau tidak meminta saya memegang sebuah jabatan?; Abu Dzar berkata lagi, lalu Rasululloh SAW menepuk punggung saya dengan tangannya seraya berkata; Wahai Abu Dzar,sesungguhnya kamu seorang yang lemah. Padahal, jabatan itu sesungguhnya adalah amanat (yang berat untuk ditunaikan)” (HR. Muslim)

Demikianlah beberapa kriteria dalam memilih seorang pemimpin. Bagi saudara-saudara kita yang tinggal di daerah mayoritas non muslim dan dalam pemilihan pemimpin hanya ada pilihan-pilihan pemimpin non muslim (contohnya di Amerika Serikat, Inggeris dan lain-lainnya) pilihlah yang cakap, adil dan memiliki krediblitas yang baik. Namun jika ada pilihan yang seagama dengan kita tentu sesuai dengan tuntanan AlQur'an dan Hadist harus dan wajib memilih yang seagama.

 Wallohu'alam.

Ditulis oleh : H.Suriyanto AlMaliki,SE.,MM.
Sumber : 
1. Tafsir AlQur'an
2. Mutiara Hadist
3. Dari berbagai sumber.




Posting Komentar

Baboy Danny mengatakan... 30 Agustus 2012 pukul 14.21

Berlaku juga untuk pimpinan di perusahaan. Bagi umat Muslim harap mengecek agama pimpinan perusahaan tempat bekerja. Segera mengundurkan diri dari perusahaan tersebut bila boss atau pimpinan perusahaan bukan Muslim. Wassalam

Baboy Danny mengatakan... 30 Agustus 2012 pukul 14.22

Berlaku juga untuk pimpinan di perusahaan. Bagi umat Muslim harap mengecek agama pimpinan perusahaan tempat bekerja. Segera mengundurkan diri dari perusahaan tersebut bila boss atau pimpinan perusahaan bukan Muslim. Wassalam

Unknown mengatakan... 30 Agustus 2012 pukul 14.37
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Unknown mengatakan... 30 Agustus 2012 pukul 14.38

Kang Baboy: terimakasih sudah berkunjung ke blog kami. Soal memilih pemimpin yang dikatakan di atas dalam konteks kemasyarakatan dan bernegara. Soal ekonomi pun sudah di atur dalam Islam, banyak sahabat bahkan Rasulullah saw. melakukan bisnis dengan non muslim. Begitu pun banyak pula muslim di zaman sahabat yang bekerja kepada non muslim. Jadi di dalam Islam sudah lengkap Mohon jgn dilihat secara mikro saja. afwan. wassalam.

Unknown mengatakan... 30 Agustus 2012 pukul 14.39

Kang Baboy: terimakasih sudah berkunjung ke blog kami. Soal memilih pemimpin yang dikatakan di atas dalam konteks kemasyarakatan dan bernegara. Soal ekonomi pun sudah di atur dalam Islam, banyak sahabat bahkan Rasulullah saw. melakukan bisnis dengan non muslim. Begitu pun banyak pula muslim di zaman sahabat yang bekerja kepada non muslim. Jadi di dalam Islam sudah lengkap Mohon jgn dilihat secara mikro saja. afwan. wassalam.

Baybayu mengatakan... 21 November 2012 pukul 15.01

assalam
dalam suatu kehidupan masyarakat, seorang pemimpin itu muslim dan wakilnya non muslim. Dalam permasalahannya, pemimpin itu meninggal dunia dan secara teoris pastilah yang menggantikannya si wakil itu.
bagaimana islam menanggapi masalah kepemimpinan tersebut??
wassalam,

Unknown mengatakan... 20 Desember 2012 pukul 15.05

@Baybayu: thanks bro sdh mampir ke lapak kami :)
baik pimpinan atau wakilnya termasuk pemimpin...
Dan Islam sudah menganjurkan agar keduanya dapat dipilih sesuai dengan tuntunan Islam.
Jika hal seperti abang katakan tersebut terjadi berarti sudah merupakan mekanisme yang berjalan sejak awal sebelum proses kepemimpinan itu terjadi. Dalam Islam dapat dikatakan 'sesuatu yang ditanggung bersama', kembali kepada wakil-wakil rakyat pula untuk membicarakannya secara bijaksana. Tentunya belum bisa Islam secara Kaffah di negeri ini, namun setidaknya lebih banyak manfaatnya bagi rakyat merupakan sesuatu yang layak juga difikirkan bersama.
Mohon maaf atas segala kekurangan
:-?

USEP S mengatakan... 12 Mei 2013 pukul 20.15

Betapa sulitnya mencari calon pemimpin yang mampu mencontoh Figur kepemimpinan Nabi Muhammad yang :
1. Shiddiq (berkata jujur)
2. Fathonah (cerdas)
3. Tabligh (mampu berkomunikasi)
4. Amanah (bisa dipercaya)
karena sikap & perilaku (akhlak dan kepridian) umat Islam sekarang ini, pada umumnya lebih mengutamakan kepentingan dunia dari pada dunia-akhirat, sehingga dari 4 figur kepemimpinan Nabi Muhammad, hanya sifat Tabligh yang menyertai perilaku manusia dewasa ini, sementara siddiq, fathonah, dan amanah sulit ditemukan dalam perilaku manusia di akhir zaman. oleh sebab itu, betapa baiknya, apabila figur kepemimpinan Rasulullah tsb, diterapkan oleh kita, pada kita, dan untuk diri kita sendiri. Rasulullah bersabda :“ Tiap-tiap kamu adalah pemimpin (pengembala) dan bertanggung jawab tentang orang-orang yang kamu pimpin. Seorang imam (kepala negara, pemuka) menjadi pemimpin dan bertanggung jawab terhadap rakyat yang dipimpinnya. Seorang suami menjadi pimpinan dalam lingkungan keluarganya, dia bertanggung jawab terhadap pimpinannya. Seorang istri menjadi pimpinan dalam rumah tangga suaminya, dia bertanggung jawab atas pimpinannya. Seorang pesuruh menjadi pimpinan dalam menjaga harta majikannya, dia bertanggung jawab terhadap pimpinannya. Seorang anak adalah pemimpin dari harta benda ayahnya, dan dia bertanggung jawab buat pemeliharanya. Setiap kamu pemimpin dan bertanggung jawab terhadap pimpinannya”. (HR. Bukhary Muslim).

Suryalaya37 mengatakan... 13 Mei 2013 pukul 19.37

Terimakasih atas tambahan ilmunya kang Asep Saepudin
haturnuhun sudah berkenan mampir ke website ini, semoga Allah SWT selalu menyertakan kita istiqomah lahir dan batin untuk tazkiyah dan ubudiyyah... wallohumuafik ila aqomutthoriq wslmkm ww. :) (y)

 
Top